Tampilkan postingan dengan label wajah L'Ain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wajah L'Ain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

Selalu (sedang) Terlintas

Aku menikmati INDAHnya senja yang hadir menanti datangnya sang bulan dalam peraduannya,…
Aku menikmati malam yang selalu terang, meski tanpa hadirnya bintang di sekeliling sang bulan.,..
Seperti INDAHnya ketika aku menanti hadirnya matahari pagiku,..

Aku menikmati pagi,saat aroma pagi masih tersisa dalam tetesan embun,..
Aku menikmati terik matahari,meski itu terkadang harus membakarku,..
Seperti INDAHnya ketika aku menanti saat menikmati pagi bersamamu…

[Selalu Menanti Saat INDAH Asa KITA]

*saat kembali terlintas,..

Rabu, 14 April 2010

menyakitkan

Mungkin bagi sebagian besar orang di sekelilingku mengenalku dengan baik adalah hal yang tersulit yang bisa mereka lakukan. Terlebih karena saya terbiasa berwajah lain terhadap mereka. Mungkin bisa dikatakan bertopeng meski terkadang saya tak menyukai bahasa bertopeng tersebut.

Hingga pernah ada seseorang yang mengatakan mungkin suatu saat nanti aku tak akan tahu mana dirimu asli dan mana topeng dihadapanku!! Agak sedikit tertohok memang mendengarnya terlebih mengingat orang yang mengatakannya dekat denganku. Paling tidak kuanggap dekat!!

Lalu waktupun berlalu. Semakin Mendekatkan kita dalam berbagai aspek kehidupan yang ada. Semakin erat membuatku merasa kau spesial buatku. Bahkan mungkin begitu spesialnya hingga saya begitu percayanya mempercayakanmu menyimpan kisah dan kasihku kepadamu. Seiring berjalannya waktu kaupun mulai membagi kisahmu kepadaku meski kupaham betul itu berat untukmu! Mencoba mempercayai seseorang ketika kau telah pernah tersakiti oleh sebuah pengkhianatan kepercayaan! Sayapun mencoba sekuat tenaga menjaga kepercayaan tersebut meski pernah sekali terjatuh untuk itu.

Waktu berlalu... Kau bukannya berhenti mempercayaiku justru malah semakin percaya kepadaku. Meski terkadang bahkan kurasa sering sekali memperingatkanku tentang 'sakit'mu! Tapi tahukah kau meski kutahu itu adalah hakmu untuk meragukanku. Tapi sungguh rasanya sakit sekali saat kau kembali hadir memperingatkanku?

Sama halnya seperti ketika keraguan atas 'rasa' dan kesetiaanmu terhadap seseorang mulai dipertanyakan terlebih diragukan!?! Tidakkah itu menyakitkan menurutmu??!


(ketika aku mulai tak tahu cara membuatmu percaya padaku)




Cilellang,Mallusetasi,Barru
01.26 140410
at posko with fitri,asmi,kiki.

Selasa, 23 Maret 2010

sok sibuk ji..

huah,... beberapa hari ini rasanya lelah sekali...
bukan hanya karena kurang tidur, tapi terlalu sering ukur jalan...
seharian ini misalnya dari pukul 09.00 pagi tadi, saya sudah memulai melangkahkan kakiku. perjalanan pertama di mulai ke Abdullah dg. sirua. rapat disalah satu cafe di jalan itu. lalu ke kantor IMA di Pettarani depan Telkom. lalu ke Kampus untuk foto baligho depan pintu satu. terus ke UNIFA. habis itu ke Pettarani lagi lebih tepatnya ke kantornya Indosat. habis itu ke Monginsidi Perccetakan parahyangan dengan niat ambil plakat sama undangan. samapi disana ternyata ada juga beberapa anak IMA lainnya. jadi mi kita dijamu lagi sama Mas Danu,pemiliknya parahyangan. lumayanlah,segar2 lagi.

Setelah sedikit bercerita di Parahyangan Pak Tommy inisiatif ngajak kita makan. tapi singgah dulu di Urip,UMI tepatnya buat menjemput salah seorang teman yang anak UMI. terus makan di Warung Kita jalan Pengayoman. selesai makan, kembali ke IMA buat ngeprint beberapa keperluan. habis itu pas mau pergi lagi, alhamdulillah bagaikan mukjizat Pak Tommy mentitahkan saya buat tinggal saja jaga kantor dengan kata-kata 'Faruq bisa jko pergi antar undangan sendirian toh??' naudzubillah jadilah faruq keliling 9 tempat buat antar undangan sendiri. dan saya moppo dikantor sendirian. mungkin karena pak Tommy liat mi muka kusutku yang jadi putih lain-lain gara-gara capek banget keliling seharian.

sebelum memulai aktivitas autisanku,saya inisiatif ngecek sesuatu dulu ke Alauddin. terus dimulai lah autisanku di kantor hingga tiba-tiba lagi asyik-asyiknya online anak IMA Sub Chapter UNHAS datang, katanya mau rapat sama IMA Chapter. baru tidak ada orang chapter selain saya. untungnya itu anak bawa laptop jadi dia sibuk ji juga online.. setelah kerjakan beberapa kerjaanku buat seminar besok. INI NIH salah satunya yang saya kerja,di cek ya.. siapa tahu teman-teman bisa berpartisipasi. sayapun lanjut ngeblog. belum selesai blog. eh si Faruq tiba-tiba datang nanya dimana itu 'My Salon'. dan minta lagi ditemani antar undangan kesana. dan karena keongol-ongolannya Faruq, kita pakai acara tawaf dulu di Pettarani. (doh)

balik dari My Salon, saya selesaikan mi ini Blogku, tapi deh tuhan mengantuknya mataku.. mana belum pi lagi dikerja itu plakat buat seminar perdana yang di UMI besok... arghh... lamanya tong pak Tommy datang. (: mana pulang ngaseng mi itu anak UNHAS... untung ada ji Kak Emil baru datang habis copy materi kodong.



@IMA Chapter Sulsel
19.15 230310
with Kak Emil Arya...

Jumat, 19 Maret 2010

Kerudung Merah...

hehehe... ;p
kata ini akrab sekali rasanya ditelingaku,.. hanya kata-katanya saja ya,tidak kerudung merahnya.
kalau tidak salah ingat semuanya berawal di tanggal 10 Februari..
saat itu, merupakan kali pertamanya saya begitu takut terhadap kerudung merah. bukan terhadap kerudung merahnya sih sebenarnya tapi pemilik kerudung merah tersebut. =( ketakutan yang berlebihan sih memang,tapi sungguh saya benar-benar takut kepadanya. takut ketika lewat dihadapannya, takut ketika melihat wajahnya, takut ketika melihatnya memalingkan muka saat melihatku, bahkan takut saat mengingat tentangnya.

dan seperti halnya saya percaya karma.... saya juga percaya hal tersebut bisa saja terjadi padaku... tuhan selalu memberikan karmanya dengan terus membuatku teringat kepadanya, dalam keseharianku, dalam khayalku, bahkan dalam mimpi2ku hadirnya terkadang selalu ada... bahkan ketika melihatnya terkadang jantungku mampu berhenti untuk beberapa detik...

sampai pada suatu hari diatas sebuah angkutan umum (baca : pete2) bersama Zakiah Putri saya mendengar sebuah lagu dari band Indonesia yang belakangan kuketahui adalah Band Wali. menyanyikan lagu tentang kerudung merah. argh.... seperti tertohok, saya langsung teringat lagi tentangnya. parahnya langsung teringat wajahnya ketika ia menangis karenaku... :-(

sampai secara tak sadar, ternyata naluriku selalu mengantarkanku untuk menjauhi tempat-tempat yang bisa membuatku bertemu dengannya.

dik,tak tahu harus bagaimana meminta maaf padamu..
tapi sungguh aku menyesal&paling tidak ingin mencoba menjadi temanmu lagi...


@IMA Chapter Sulsel
20.25 200310
alone...

Kamis, 18 Maret 2010

...teko cangkir...

teko dan cangkir. ya dua benda yang selalu berhubungan satu sama lain. kalaupun tidak berhubungan paling tidak selalu dikait-kaitkan satu dengan yang lainnya. mari kita telaah kedua benda ini.
teko : menurut kamusbahasaindonesia.org teko adalah te.ko
[n] cerek dr tembikar dsb untuk tempat air minum: sebuah -- terletak di samping wadah gula berisi teh panas yg masih mengepul sedangkan
cangkir masih menurut kamusbahasaindonesia.org cangkir adalah cang.kir
[n] mangkuk kecil yg bertelinga (tempat air teh atau kopi yg hendak diminum): setelah menghabiskan kopi dua -- dia merasa segar kembali; kami menghadiahi satu set -- buatan Cina kpd mereka pd hari perkawinannya

jadi kalau mau dipermudah, teko adalah tempat air minum, sedangkan cangkir adalah tempat air yang hendak kita minum. atau jika ingin lebih dipermudah. teko selalu menuangkan air ke cangkir dan selalu siap menuangkan air tersebut ke cangkir kapanpun cangkir mau bahkan mungkin saat cangkir sedang enggan. sedangkan cangkir hanya akan menghabiskan air tersebut atau paling tidak membuangnya jika ia tidak butuh. lebih dipermudah lagi, teko selalu hanya bisa memberi dan cangkir hanya menerima.

saya percaya setiap sesuatu itu (kalau tidak ingin dikatakan seseorang) pasti selalu mempunyai peluang untuk menjadi teko ataupun cangkir. hanya saja pada kapasitasnya yang bagaimana dulu sehingga dia menjadi apa untuk sesuatu apa. pada suatu kisah mungkin saja ia menjadi teko. sedangkan dikisahnya yang lain, mungkin saja ia menjadi cangkir. karena saya juga percaya baik teko ataupun cangkir itu tak selamanya ingin menjadi teko saja ataupun cangkir saja.

mari mengambil contoh dari sesuatu klo tak ingin disebut seseorang yang biasa menjadi teko. ketika ia bertemu teko yang lainnya otomatis salah satu diantara teko itu harus ada yang mengalah untuk mau menjadi cangkir. paling tidak agar diantara teko itu tidak saling beradu tanduk untuk menjalankan fungsinya. demikian juga ketika cangkir bertemu cangkir. harus ada yang bisa maju dan mengambil posisi sebagai teko agar salah satu diantara mereka tidak 'kosong'. sama seperti plus minus, sama seperti kanan kiri, depan belakang, atas bawah, yin dan yang demikian pula teko dan cangkir. harus ada 2 kutub yang berbeda itu agar bisa menjadi paling tidak mendekati sempurna atau sebut saja menjadi INDAH...

saya coba menganalogikan (sebenarnya saya tidak mau menggunakan kata analogi,karena kata salah seorang kawan tidak bagus bede'. tapi mau mi diapa tidak tahu mau diganti dengan kata apa) ke diri saya sendiri. pada suatu kisah, saya ingin dan tentu saja mau menjadi cangkir untuk sesuatu kalau tak ingin dikatakan seseorang. namun dikisah yang lain. saya ingin menjadi teko untuk seseorang maksud saya sesuatu. ;p sampai pada akhirnya ketika jiwa tekoku bertabrakan dengan teko yang lain. sayapun mencoba sedikit mengalah untuk menjadi teko. (meski sebenarnya dalam artian mengalah untuk menang dengan harapan teko yang lainnya agak-agak mengalah karena merasa saya mulai mengalah menjadi cangkir) hehehe... tapi ternyata selayaknya peribahasa dikasih hati minta jantung si teko malah keasyikan menikmati peran tekonya terhadapku. jiwa tekoku yang terpendampun akhirnya memberontak untuk kembali menjadi teko. akhirnya dengan caraku tersendiri saya mencoba menjadi teko terhadapnya dari sisi yang lain untuknya. meski mungkin tidak sesempurna biasanya saya menjadi teko. belum lagi ketika jiwa tekoku akhirnya mencoba mencari cangkir lainnya yang akhirnya secara perlahan kudapatkan sempurna cangkir itu. paling tidak menurutku.

lalu ketika saya menjadi cangkir, hal terindah memang adalah ketika saya menjadi cangkir. semuanya terasa nyaman-nyaman saja. hanya tinggal menunggu pemberian air dari teko dan menikmatinya. serta membuangnya jika memang tidak dibutuhkan. ;p terhadap sesuatu atau orang-orang tertentu saya selalu memunculkan dengan sempurna jiwa cangkirku. bahkan mungkin membuatnya jengah terhadap itu. hehehe... tapi sungguh saya menyukai posisi cangkir itu namun tetap ingin menjadi teko.

dan sekarang kusadari saya telah menjadi cangkir yang baik terhadap seseorang tidak lagi ingin kukatakan sesuatu. ;p dan telah menjadi teko yang cukup baik(menurutku) untuk cangkir bahkan beberapa cangkir yang ada. dan untuk seseorang yang selalu mau menjadi teko untukku, tak sadarkah dirimu saya juga ingin menjadi teko untukmu?? meski mungkin tak sesempurna dirimu menjadi tekoku...

untuk teko dan cangkir dimanapun kalian...



@M Coffee
180310 23.00
with kak Afni dan Novi.

(mantap postingan hari iniku,2 postingan dengan 2 cafe yang berbeda)